cr: pinterest


Oleh: Lutfiyah, santri putri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Putri.


Pada dasarnya semua bulan itu baik, hanya saja ada bulan-bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah yang di dalam Al-Qur’an disebut أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ (empat bulan haram) dan paling mulianya bulan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat At-taubah ayat 36 yang artinya:

Sesungguhnya hitungan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan sebagaimna ketetapan allah (di lauhul mahfudz) pada waktu dia menciptakan langit dan bumi di antaranya ada empat bulan haram dan itu agama yang lurus, maka janganlah kalian dzolim pada diri kalian dan perangilah mereka semua (orang musyrik) sebagaimana mereka memerangi kalian semua dan ketahuilah sesungguhnya Allah bersama orang yang taqwa. 

Di dalam literatur Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bulan yang diharamkan ada empat, tiga bulan di antaranya berurutan letaknya, sedangkan yang satunya lagi terpisah; hal ini tiada lain demi menunaikan manasik haji dan umrah.

Maka diharamkan (disucikan) satu bulan sebelum bulan haji, yaitu bulan Zulqa'dah, karena mereka dalam bulan itu beristirahat tidak mau berperang; dan diharamkan bulan Zulhijjah, karena dalam bulan itu mereka menunaikan ibadah haji dan sibuk dengan penunaian manasiknya.

Kemudian diharamkan pula satu bulan sesudahnya—yaitu bulan Muharram—agar orang-orang yang telah menunaikan haji pulang ke negerinya yang jauh dalam keadaan aman.

Kemudian diharamkan bulan Rajab di pertengahan tahun, untuk melakukan ziarah ke Baitullah dan melakukan ibadah umrah padanya, bagi orang yang datang kepadanya dari daerah yang jauh dari Jazirah Arabia. Maka mereka dapat menunaikan ibadah umrahnya, lalu kembali ke negerinya masing-masing dalam keadaan aman. 

Secara tersurat ayat di atas menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi, perputaran bulan, menjadikan tahun terdiri dari dua belas bulan dan dalam dua belas bulan tersebut terdapat empat bulan yang sangat dimuliakan di antaranya adalah bulan Rajab. 

Di dalam literatur bahasa Arab bulan Rajab dibentuk dari kata رجب yang artinya memuliakan dan mengagungkan, karena bulan tersebut dimuliakan malaikat dengan membaca tasbih dan tahmid. Di bulan ini juga orang jahiliyah sangat mengagungkan bulan Rajab, mereka tidak membolehkan perang pada bulan tersebut.

Bulan Rajab merupakan nama bulan dalam kelender hijriyah yang setiap tahunnya pasti ada. Pada bulan itu para ulama’salaf–kholaf, orang sholih dan semua orang Islam berlomba-lomba menyemarakkan bulan ini dengan melakukan amalan-amalan untuk mendapatkan keutamaan.

Sejak bulan Rajab, para ulama’ sudah mempersiapkan diri, untuk memasuki bulan Ramadan, sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Taqiyuddin as-Subki. Beliau tidak pernah keluar rumah kecuali melakukan sholat fardhu, sampai bulan Ramadhan tiba. 

Ada banyak amalan yang dianjurkan di bulan Rajab yaitu: 

  • Puasa sunnah pada ayyamul bayd serta hari Senin atau Kamis.
  • Sholat sunnah yang dianjurkan di bulan rojab adalah tahajjud, dhuha dan witir.
  • Bulan Rajab merupakan bulan pengampunan, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak istighfar.
  • Bacaan dzikir yang dianjurkan pada bulan Rajab adalah membaca tasbih dan tahmid.
  • Bersedekah melipat gandakan pahala.
  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an dianjurkan di bulan Rajab serta memahami maknanya.
  • Merayakan isro’ mi’roj.

Melihat dari penjelasan di atas dari berbagai keutamaan dan amalan-amalan bulan   Rajab, tinggal bagaimana kita, sebagai santri mencontoh, mengaplikasikan yang telah dilakukan oleh para ulama’ salaf dan kholaf khususnya. Sebagaimana dalam hadist «العلماءُ ورثةُ الأنبياءِ» ulama’ adalah warisan para nabi dan santri adalah warisan/masa depan ulama’

----

“Semua orang ingin sukses, tapi tidak semua orang ingin merasakan pahit kerasnya proses.”

(KH Hisyam Syafa’at )

“Semua orang ingin masuk surga, tapi tak semua orang mengikuti jalan menuju surga.”

ترجوالنجاة ولم تسلك مسالكها # انّ السفينة لا يجري على اليبس

“Kamu ingin sukses  tapi tidak mau berproses, sesungguhnya perahu tidak berlayar di darat.”


Dihimpun dan diterbitkan oleh Bulletin Nadzif Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Putri.

Editor: Alfiyah Muharror Cholili


 

healtshots

Self talk adalah hal yang wajar dan saya yakin semua orang pernah melakukan self talk, bahkan di antara kita banyak yang melakukan self talk.


Saya termasuk pribadi yang sering melakukan self talk, baik itu dalam keadaan sedih, khawatir dengan apa yang akan dihadapi, termasuk berbisik pada diri sendiri sambil mengelus dada.


Self talk bukanlah hal yang aneh. Ngomong sendiri bukan berarti gila. Akan tetapi harus digarisbawahi, self talk harus dilakukan dengan cara positif, karena self talk akan mempengaruhi terhadap mental kita. Self talk positif akan mengendalikan emosi negatif, dapat meningkatkan kepercayaan diri.


Apa sih sebenarnya self talk itu?


Definisi Self Talk Menurut Pakar Psikologi


Self talk adalah dialog internal dengan diri sendiri.  Meski tampaknya self talk adalah hal yang sederhana, akan tetapi  dampaknya sangat besar terhadap setiap individu.


Self talk memiliki dua jenis, yakni self talk negatif dan self talk positif. Self talk tergantung pada penerapannya, jika self talk negatif, maka akan membuat suasana hati atau kedaan semakin rumit, dan self talk positif akan merubah pikiran kita menjadi positif, dapat meningkatkan kekuatan mental, lebih berani, lebih percaya diri dalam menyikapi hidup, dan tentunya self talk juga  membantu kita untuk lebih mengenal diri.

 

Macam-Macam Self talk


Self Talk Negatif


Self talk negatif adalah kebiasan berbicara dengan diri sendiri yang sifatnya negatif. Yang tentunya akan memberi dampak buruk dan mengakibatkan kita pesimis, takut gagal dan lain semacamnya.


Contoh self talk negatif di antaranya: “Aku sih kerjanya gak benar,  jadinya gagal kan, gak usah nyoba deh, gak bakalan berhasil juga.”


Self talk negatif dapat menurunkan kualitas kesehatan mental. Menjatuhkan diri sendiri yang akan menimbulkan kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri, dihantui dengan perasaan khawatir.


Self Talk Positif


Self talk positif yaitu ketika kita berbicara dengan diri kita sendiri yang bersifat positif, rasa peduli sama diri sendiri. Penelitian juga menunjukkan bahwa memberikan afirmasi dapat mengurangi sensitivitas, mengurangi kecemasan, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri.


Misalnya: "Gak apa-apa kamu gagal, nanti diperbaiki yah, nanti kita coba lagi. Yuk berani melangkah, kalo gak berani, kamu gak bakalan tahu gimana hasilnya. Aku tahu kamu sedih, dan tadi sampek marah gara-gara diusilin, sampek kamu gak bisa ngontrol emosi, sampai ngebentak, gak apa-apa yah, lain kali emosinya lebih dikontrol lagi."


Self talk positif dapat meningkatkan kualitas mental dan biasanya berisi kata-kata semangat untuk merangkul diri kita.


Menurut Maharini Aulia, M.Psi., Psikolog dan Analisa Widyaningrum, M.Psi., Psokolog, melalui live di salah satu platfomnya, untuk membangun self talk positif kita harus melalui beberapa langkah, di antaranya:


Sebelum kita self talk baiknya kita chaptering dulu, apa sebenarnya yang kita pikirkan, kemudian softing, menggunakan kata ganti orang kedua atau orang ketiga, karena jika menggunakan kata ganti saya, kita akan cenderung untuk mengkritik diri kita habis-habisan hingga menyalahkan diri kita sendiri.


Akan tetepi jika kita menggunakan kata ganti kedua atau ketiga kita akan lebih bisa mengatur pemilihan kata, memilih kata yang baik, kata yang suportif. Seperti, “Kamu capek yah, gak apa-apa berhenti dulu, nanti lanjut lagi, semangat lagi”.


Sekian tulisan tentang self talk, semoga dapat membantu teman-teman untuk membangun love self, menerima diri sendiri apa adanya, merangkul diri, meski kadang dunia tak bersahabat. Jangan lupa berikan afirmasi, peluk diri sendiri. Sadari, bahwa kamu itu hebat, kuat, sudah bertahan di titik ini, dan yakini bahwa akan kembali lebih tangguh.

Twitter @ahmadnbl


Awal mula saya mengenal variasi bahasa Madura terjadi pada tingkat Tsanawiyah. Kala itu saya pertama kali meninggalkan rumah dan bermukim di tempat baru yang jaraknya cukup jauh sehingga terkadang merasa asing dengan bahasa-bahasa yang ada.


Hal itu membuat saya sesekali berpikir panjang untuk paham dengan bahasa-bahasa yang digunakan. Saya merasa bahwa bahasa saya berbeda dan tak jarang diketawain oleh teman-teman Madura lainnya.


Awalnya saya agak malu, dan bertanya-tanya kenapa ada banyak kosakata yang berbeda padahal sama-sama bahasa Madura.


Setelah masuk ke bangku kuliah dan mengambil jurusan Bahasa dan Sastra, di situlah saya mulai belajar dan pelan-pelan memahami hingga akhirnya saya jatuh cinta pada bahasa.


Terlebih mata kuliah linguistik sangat relate dengan pertanyaan yang muncul saat zaman Tsanawiyah yang mana akhirnya terjawab.


Setelah mempelajari linguistik, ternyata bahasa Madura juga memiliki berbagai variasi, mulai dari fonologi, morfologi, semantik bahkan secara sintaksisnya.


Sejak itu saya mulai sadar akan kekayaan bahasa yang ada di Indonesia khususnya bahasa ibu, yakni bahasa Madura yang banyak akan variasi dan keunikan. 


1. Keunikan Dialek Bahasa Madura


Menurut Prof. Dr. Akhmad Sofyan, M. Hum, dosen Fakultas Sastra UNEJ, keunikan bahasa Madura bisa dilihat dari dialeknya.


Bahasa Madura memiliki 4 dialek yakni dialek Sumenep, dialek Pamekasan, dialek Sampang dan dialek Bangkalan.


Misalkan pada penyebutan kata bagaimana, orang Sumenep menggunakan kata beremma, sedangkan daerah Pamekasan menggunakan kata deremma. Dalam 2 daerah tersebut memiliki perbedaan dalam penggunaan fonem. Daerah Sumenep menggunakan fonem B sedangkan daerah Pamekasan menggunakan D.


Untuk kamu ketahui, fonem merupakan satuan bunyi terkecil yang dapat membedakan makna.


Pada kata tanyedde digunakan oleh masyarakat Sumenep, tangedde digunakan oleh orang Pamekesan, perbedaannya hanya pada “g dan y” artinya sama-sama ketiduran.


Begitu dalam segi semantiknya, beberapa daerah memiliki perbedaan.  Seperti pada kata “mangan”, masyarakat Sumenep menerjemahkan kata “mangan” nakal.


Sedangkan masyarakat Pamekasan menerjemahkan kata mangan = cocok. Misalkan, aku cocok menggunakan produk wardah = engkok mangan ngangguy wardah.


2. Keunikan Tingkat Bahasa


Bahasa Madura juga memiliki tingkat bahasa seperti halnya bahasa Jawa. Bahasa Madura memiliki 3 tingkat.


Yang pertama bahasa ngoko atau bhesa lomra (enjek-iye). Biasanya digunakan dengan sesama kawan sebaya, orang yang akrab, orang tua ke anak, ke keponakan, dan kepada orang akrab lainnya.


Juga sering digunakan oleh priyai ke orang kebanyakan (rakyat/orang biasa) misalnya pada kata mole: Pulang. Bekna bile se mole deri romana pamanna? = kamu kapan pulang dari rumah pamannya?


Yang kedua madya, tingkat bahasa menengah (enggi-enten) Bahasa menengah banyak digunakan oleh anak pedesaan dengan kawan sebayanya, mertua ke menantunya. Tidak banyak orang yang menggunakan tingkat menengah, hampir di beberapa daerah bahasa ini hanya digunakan oleh orang yang sudah tua. 


Yang ketiga bahasa halus tinggi (enggi-bunten). Bhasa alos digunakan kepada orang yang baru kenal, baik yang lebih mudah ataupun lebih tua.


Digunakan kepada orang yang lebih dewasa, digunakan anak kepada orang tuanya atau kepada orang yang lebih tua, digunakan ketika acara formal, misalkan pada musyawarah atau lainnya. Contoh: Sampean dari kaemma?/ kamu dari mana?


3. Keunikan Segi Pengulangan Kata


Selanjutnya keunikan bahasa Madura ditinjau dari segi pengulangan kata. Berikut di antara kata yang diulang: kata beghibe = berasal dari kata ghibe, bersabber berasal dari kata sabbar. Lemole berasal dari kata mole, der bender berasal dari kata bender, begibeh berasal dari kata gibe.


Jika ditinjau dari segi linguistik ada banyak kata yang mendapatkan tambahan di depan atau disebut dengan prefik. Gibe menjadi begibe.


4. Keunikan Pola Suku Kata


Menurut Prof. Sofyan pola suku kata Bahasa Madura banyak ditemui adanya bunyi kembar, atau geminasi antara fonem akhir suku sebelumnya dengan fonem awal suku sesudahnya. 


Hampir semua dalam bahasa Madura mengandung geminasi, baik pada bentuk kata dasar maupun yang terjadi karena sufiksasi. Seperti pada abjad b, c dan d. dilafalkan menjadi ebbe, ecce dan edde. Seperti pada kata kemma, lagguna, damman dan masih banyak kata lainnya.


Untuk kamu ketahui, geminasi adalah pemanjangan fonem.


5. Keunikan Ritme


Di daerah Sumenep menggunakan ritme yang panjang tidak menyingkat fonem, seperti pada kata “saronin”. Berbeda dengan daerah Pamekasan yang menghilangkan satu fonem yang berupa huruf vocal yang ada di awal, saronin menjadi sronin. Daerah Bangkalan menggunakan ritme yang lebih cepat lagi dibandingkan daerah Pamekasan. 


Semoga tulisan ini dapat memberikan gambaran akan kekayaan bahasa Madura, dengan berbagai keunikannya, dan dapat memicu para etnis Madura atau penutur bahasa Madura agar tetap merawat dan menjaga kelestariannya, sehingga tidak punah oleh waktu.

Unsplash/Adli Wahid


 

Nabi Muhammd saw. merupakan figur utama dalam agama Islam. Beliau merupakan Sayyeed al-Anbiya` wa al-Mursaleen, yaitu pemimpin para nabi dan para utusan. Beliau juga yang diberi risalah oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia tanpa batas waktu.


Bukan hal yang tabu lagi untuk diperbincangkan terkait keistimewaan yang dianugerahkan Allah pada Nabi Muhammad saw.


Bahkan seseorang yang namanya termaktub dalam Al-Qur’an bahwa ia kekal di neraka, siksanya diringankan setiap hari Senin karena ia pernah merasa bahagia akan lahirnya Sang Baginda Nabi saw. Ia adalah paman beliau yang bernama Abu Lahab.


Umat muslim merayakan hari lahir Nabi Muhammad saw. semata-mata demi mengharap syafaat dari beliau kelak di akhirat nanti. Juga sebagai salah satu bukti cinta kepada sang revolusioner dunia tersebut.


Selain itu mereka berlomba-lomba merayakan hari kelahiran sang Nabi yang kerap disebut maulid Nabi karena adanya ayat Al-Qur’an yang berbunyi:


فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ


“…berlomba-lombalah kalian semua (dalam membuat) kebaikan …” (Q.S. al-Baqarah/2:148)


Kendati demikian, terdapat hal yang kurang dipahami terkait tradisi dalam pelaksanaan perayaan maulid Nabi. Seperti contoh di kalangan penduduk Madura yang acap kali merayakan maulid Nabi dengan mewah.


Bukan mewah tidaknya yang menjadi permasalahan dan bukanlah menjadi masalah sekalipun merayakan maulid Nabi dengan konsep mewah. Karena untuk orang yang dicintai pasti apa pun akan dikorbankan dan akan diberikan.


Namun, terkadang seseorang terlalu memaksakan diri untuk merayaan maulid Nabi dengan mewah, padahal ia hanya mampu merayakan dengan sederhana. Hal tersebut tidak diperbolehkan, bahkan Allah pun berfirman dalam Al-Qur`an 64:16 bahwa, “Bertakwalah kalian semua menurut kesanggupanmu…”.


Janganlah melakukan hal yang berada di luar batas kemampuan. Karena Allah pun memerintahkan agar supaya bertakwa sesuai dengan kemampuan atau kesanggupan manusianya masing-masing. Hal itu juga mencakup dalam perayaan maulid Nabi.


Perayaan maulid Nabi bukanlah ajang perlombaan paling unggul ataupun ajang pamer kekayaan. Akan tetapi, perayaan maulid Nabi merupakan salah satu cara menunjukkan bentuk cinta pada sang panutan kehidupan yang sangat di rindukan.


Konsep yang dituangkan dalam perayaan maulid Nabi baik sederhana seperti bersholawat bersama keluarga hingga berkonsep mewah bukanlah hal yang mendasari dari inti perayaan maulid Nabi.


Inti dari perayaan maulid Nabi ialah bentuk pengungkapan rasa syukur pada Allah atas diutusnya Nabi Muhammad sebagai rahmat semesta alam, juga mengharap syafaat kelak di akhirat melalui rasa cinta terhadap Nabi saw.


Jika perayaan maulid Nabi hanya memandang seberapa mewah acara yang digelar, maka hilanglah esensi kesakralan dalam mencintai Nabi Muhammad saw.

 

Ricardo Gomez/Unsplash


 شَهِرَتْ أَعْيِنٌ، وَنَامَتْ عُيُوْن * فِيْ أمُوْرٍ تَكُوْنُ أًوْلَا تَكُوْنُ

فَإِدْرَ إلْهَمَّ مَا اِسْتَطَعْتُ عَنْ النَّفْسِ * فَحِمْلَانُكَ الْهُمُوْمَ جُنُوْنِ

إِنَّ رَبًّا كَفَاكَ بِالْأَمْسِ مَاكَانَ * سَيَكْفِيْكَ فِيْ غَدٍ مَا يَكُونُ (الإمام الشّافعي)


Pada waktu malam hari, ada yang tertidur, dan ada pula yang terjaga. **

Sembari memikirkan hal-hal yang terjadi ataupun tidak.


Hilangkanlah kesusahan hati sesuai dengan kemampuanmu. **

Sebab, jika kamu selalu susah, mungkin kamu bisa gila.


Tuhan telah menanggung segala kebutuhanmu yang telah lalu. **

Dia pun juga akan menanggung segala kebutuhanmu yang akan datang.


Manusia memang tidak akan pernah terlepas dari keinginan untuk selalu merasa bahagia dalam hidupnya. Apa pun akan mereka lakukan untuk selalu merasa bahagia selama ia hidup. Bahkan tanpa berpikir panjang manusia rela melakukan hal buruk sekalipun untuk meraih kebahagiaan.


Lantas jika memang demikian, apa sebenarnya hakikat bahagia? Apakah bahagia itu merupakan hal baik atau malah sebaliknya?


Dalam hal ini, para filsuf  dan cendekiawan agama turut andil dalam mendefinisikan sebuah kebahagiaan. Namun, walau demikian dapat dipastikan bahwa, tolak ukur kebahagiaan memanglah sangat sulit diketahui dan dirasakan. Malahan semakin kita mencari hakikat kebahagian membuat hidup kita semakin absurd.


Bahkan ketika kita menerapkan gagasan seorang filsuf Rene Descartes dalam mempertanyakan segala hal, semakin membuat kita semakin tidak bisa tenang. Termasuk mempertanyakan kebahagiaan.


Kebahagiaan memiliki berbagai perspektif terkait makna dan penggunaannya. Dalam hal ini, Imam Gazali berpendapat bahwa hakikat kebahagiaan tidak dapat kita temukan di dunia, melainkan hakikat kebahagiaan yang sesungguhnya dapat kita rasakan di akhirat.


Menurut beliau kebahagiaan dunia hanya bersifat metaforis. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kebahagiaan ukhrawi (akhirat) tidak dapat kita capai tanpa melalui duniawi. Jadi dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan di dunia hanyalah sebagai perantara untuk mencapai kebahagiaan di akhirat.


Penyebab Sulit Bahagia


Imam Gazali juga menjelaskan bahwa kebahagiaan dapat kita temukan ketika kita sudah mengenali dan memahami diri kita sendiri. Sebagaimana ungkapan sufi terkenal Yahya bin Muadz ar Razi;


من عرف نفسه فقد عرف ربه


“Barang siapa yang yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya”.


Dengan demikian, ketika kita sudah mengenal diri kita, kita mampu membedakan antara kebahagiaan yang sesungguhnya dan kebahagiaan yang hanya besifat metaforis.


Lantas, selama ini kita masih saja terus dibuat pusing oleh upaya mencari makna kebahagian sesuai perspektif kita sendiri. Bahkan lebih parah jika kebahagiaan itu selalu disamakan dan dibanding-bandingkan dengan kebahagiaan perspektif orang lain.


Selain sulit mengenali diri sendiri, berikut hal-hal yang membuat orang lain sulit untuk bahagia:


Selalu Membanding-Bandingkan Hidup dengan Orang Lain


Tidak adil rasanya ketika kita selalu membanding-bandingkan cerita hidup kita dengan kehidupan orang lain. Hal ini dapat membuat kita selalu saja merasa gagal ketika kita tidak bisa mencapai apa yang telah orang lain capai


Apalagi saat ini media informasi yang semakin canggih dapat membuat kita dengan mudahnya mengetahui informasi pencapaian orang lain. Rasa syukur pun tidak terlintas dalam benak ketika kita selalu membanding-bandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain.


Akibatnya, kita selalu dibuat sumpek dengan hal-hal yang tidak penting dengan selalu membanding-bandingkan pencapaian kita dengan pencapaian orang lain. Rasa Bahagia sulit untuk kita rasakan.


Adil itu ketika kita membandingkan diri kita hari ini dengan diri kita di masa lalu, apakah kita semakin baik atau malah sebaliknya.


Memiliki Ekspektasi Terlalu Tinggi terhadap Orang Lain


Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa berharap lebih terhadap orang lain itu tidaklah baik. Begitupun ekspektasi kita yang terlalu berlebihan juga dapat membuat kita sulit untuk bahagia. Upayakan menakar segala sesuatu sesuai porsinya.


Terlepas dari itu dalam agama sudah dikatakan bahwa berharap kepada selain Tuhan itu hanya menyisakan kekecewaan.


Asal Bertindak tanpa Memikirkan Risiko


Bertindak gegabah juga menjadi penyebab kebahagian sulit kita rasakan. Ketika kita bertindak gegabah, hal itu dapat menyebabkan kita selalu terjerembap dalam muara penyesalan.


Tidak hanya itu, kita pun akan selalu menyalahkan diri kita sendiri. Dalm hal ini penting bagi kita untuk selalu melakukan analisis risiko terhadap suatu tindakan yang akan kita lakukan, supaya dapat meminimalisir risiko yang didapat.


Marcus Aurelius mengatakan, “Jika kamu merasa susah karena hal eksternal, maka perasaan susah itu tidak datang dari hal tersebut, tetapi oleh pikiran/persepsimu sendiri dan kamu memiliki kekuatan untuk mengubah pikiran dan perepsimu kapan pun juga”.


Konsep filosofi teras tersebut dapat kita simpulkan bahwa segala hal dan peristiwa yang terjadi dalam hidup ini tidak lain hanya tentang persepsi. Baik itu persepsi kita sendiri atau orang lain. Bagaimana cara kita memaknai kebahagian juga ada pada diri kita masing-masing.


Baik dan buruknya kita dalam memaknai juga ada pada diri kita masing-masing. Upayakan pengenalan diri sendiri terus dilakukan, dengannya kita dapat menemukan hakikat kebahagian. Tanamkan juga keyakinan bahwa Tuhan menciptakan kita di dunia ini untuk bahagia bukan sebaliknya.

iStock


Salah satu hal negatif yang sering terjadi yaitu bullying. Bullying bisa terjadi pada anak usia dini, remaja, orang dewasa, bahkan orang tua.


Dalam keluarga terkadang secara tidak sadar terjadi sebuah perundungan (bullying). Begitu juga di sekolah dan di media sosial.


Salah satu bentuk nyata bullying saat orang tua mengunggah foto di media sosial terkadang mendapatkan komentar yang tidak enak. Hal ini sering terjadi pada kalangan artis.


Di kolom komentar media sosial artis sering dibanjiri oleh bullyan. Misalnya: Ehhh hidungnya kok pesek, kulitnya kok hitam gak kayak ibunya dan lain sebagainya.


Apa itu bullying?


Bullying merupakan suatu tindakan yang tidak menyenangkan yang dilakukan dengan sengaja oleh salah satu orang atau suatu kelompok sehingga merugikan orang lain.


Perilaku agresi ini dapat dilakukan berulang kali dan menimbulkan masalah yang serius pada korban.


Bullying terdapat beberapa jenis, di antaranya:


  • Perundingan fisik, penindasan yang dilakukan dengan melibatkan fisik, seperti melukai tubuh seseorang.
  • Perundungan verbal intimidasi yang dilakukan dengan melibatkan kata-kata, baik secara tertulis ataupun terucap.  Seperti memanggil nama dengan sebutan yang tidak pantas.
  • Perundungan sosial, penindasan yang mengakibatkan rusaknya sebuah hubungan, seperti berbohong, menyebarkan rumor negatif.
  • Perundingan di dunia maya, seperti menyebarkan video yang tidak pantas. Menyebar gosip secara online.
  • Perundungan secara seksual intimidasi seksual yang termasuk nama seksual, atau cat-calling, gerakan vulgar lain sebagainya.  


Apakah bullying akan menimbulkan rasa trauma?


Menurut Irma Gustiana Andriani seorang psikolog dan founder Ruang Tumbuh korban bullying berpotensi untuk memiliki trauma.


Dampak psikisnya sangat jelas. Sekecil apa pun bentuk bully-an, akan membuat tidak nyaman, ketakutan, apalagi konteksnya di otak lebih mudah mengingat memori tidak nyaman.


Namun, trauma itu sifatnya personal, tergantung dia yang menyikapinya. Bagi si A dia akan lebih semangat untuk menjadi lebih baik ketika mendapatkan bully-an. Sementara bagi sebagian yang lainnya akan terpuruk.


Orang yang menjadi pelaku bullying secara mental dia termasuk orang yang bermasalah. Ia bukan happy people, dan secara mental dia kurang baik.


Cara Mengatasi Trauma Korban Bullying


Masalah trauma yang disebabakan oleh bullying tentunya memiliki dampak dan butuh penanganan.


Berikut merupakan beberapa tips menyembuhkan rasa trauma akibat bullying:

  • Korban bullying yang mengalami trauma harus mendapatkan dukungan. Korban sebaiknya bercerita kepada orang yang tepat, yang sekiranya aman dan membuat dia nyamann.
  • Jika ada luka emosional yang memang membutuhkan pendampingan secara psikis segeralah ke psikolog.
  • Meng-upgrade diri, berusaha untuk bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu untuk lebih baik.


Agar Dijauhkan dari Perilaku Bullying


Ketika kita menemui perilaku bullying atau berpotensi untuk menjadi pelaku bullying bisa melakukan hal di bawah ini:


  • Melaporkan kepada berwajib, tujuannya untuk memberi rasa aman kepada korban, dan memberikan efek jerah kepada pelaku.
  • Keluarga harus memberikan bimbingan, contoh yang baik terhadap anak agar dijauhkan dari perilaku tidak menyenangkan, serta merugikan orang lain.
  • Sekolah juga memiliki peranan penting untuk perilaku anak, seperti edukasi agar bagaimana anak didiknya tidak menjadi pelaku bullying.
  • Pelaku bullying juga membutuhkan dampingan psikolog dan lembaga-lembaga yang lain untuk mencegah perilaku jahat bullying.
  • Tiap individu harus mengupayakan untuk memutuskan rantai perilaku bullying tidak cukup hanya satu orang yang bersuara.


Itulah pembahasan tentang bullying. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk menyembuhkan luka, rasa trauma karena menjadi korban dari bullying, atau menjadi renungan untuk menghentikan perilaku jahat bagi yang pernah menjadi pelaku bullying.

Maria Teneva via Unsplash


Pernahkah kamu bertanya-tanya tentang doa yang tak kunjung terkabulkan? Padahal kamu sudah rajin berdoa sembari bertahajud bahkan hingga sedekah dan lainnya.


Tahukah kamu, di dalam Islam sikap tersebut dilarang?


Alasan sikap di atas dilarang karena merupakan bentuk dari memprotes doa. Memprotes doa dan menuntut Tuhan sangat jauh dari hakikat doa itu sendiri.


Pada dasarnya doa adalah bentuk penyerahan. Tentunya hal tersebut tidak pantas jika dibarengi dengan sikap protes apabila tak kunjung dikabulkan.

 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Qs. Al-Baqoroh: 186)


Syarat Doa Dikabulkan Beserta Adabnya


Adab berdoa adalah memohon kepada Allah dengan yakin tanpa melakukan yasta’jil.


Sikap memprotes doa atau yang juga disebut dengan yasta’jil merupakan sikap yang seakan-akan mempertanyakan firman Allah Swt. sebagaimana firman-Nya pada surat Ghafir ayat 60:


ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ


Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian.


Adapun sikap yasta’jil merupakan sikap yang buruk. Baginda Nabi Muhammad saw. sampai menyebutkan doanya orang yasta’jil tidak akan dikabulkan.


Di bawah ini hadis yang menggambarkan sikap yasta’jil:


ما مِن رجلٍ يَدعو اللَّهَ بدعاءٍ إلَّا استُجيبَ لَهُ ، فإمَّا أن يعجَّلَ له في الدُّنيا ، وإمَّا أن يُدَّخرَ لَهُ في الآخرةِ ، وإمَّا أن يُكَفَّرَ عنهُ من ذنوبِهِ بقدرِ ما دعا ، ما لم يَدعُ بإثمٍ أو قَطيعةِ رحمٍ أو يستعجِلْ . قالوا : يا رسولَ اللَّهِ وَكَيفَ يستَعجلُ ؟ قالَ : يقولُ : دعوتُ ربِّي فما استجابَ لي

الراوي : أبو هريرة | المحدث : الألباني | المصدر : صحيح الترمذي


Tidaklah seseorang memohon kepada Allah dengan berdoa melainkan akan dijawab doanya tersebut. Bisa jadi Allah segerakan (kabulkan) doanya di dunia. Bisa jadi pula doanya itu akan disimpan baginya di akhirat. Bisa juga Allah hapus dosa-dosanya sesuai kadar doanya itu. Selama orang tersebut tidak berdoa dengan dosa atau memutus silaturahim atau yasta’jil. Mereka bertanya’ Wahai Rasulullah bagaimana yasta’jil itu? Rasul menjawab: dia berkata, “aku sudah berdoa pada Tuhan-Ku tapi tidak juga dijawab.”


Cara Berdoa yang Baik


Berdoalah seyakin-yakinnya dengan diiringi ikhtiar yang baik. Menghindari maksiat dan taat kepada Allah juga bagian dari ikhtiar.


ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ


Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai”. HR. Turmidzi dan Hakim (Al-Jami’ As-Shoghir, hal. 15)


Selanjutnya adalah berusaha memantaskan diri agar doa yang dipanjatkan bisa terkabul. Cara memantaskan diri tersebut bisa mengambil dari tiga klasifikasi di bawah ini.


Ada tiga klasifikasi doa (permohonan) yang dikabulkan oleh Allah Swt.


Yang berhubungan dengan hamba-hamba-Nya meliputi:


  • Doa para nabi dan para rasul (mereka yang memiliki irhash dan mukjizat)
  • Doa para wali-wali Allah Swt. (mereka yang memiliki karomah)
  • Doa orang-orang sholih (mereka yang memiliki ma’unah)
  • Doa seorang ibu terhadap anak-anaknya.

   

    Yang berhubungan dengan tempat:

  • Di sekitar Ka’bah, Masjidil Haram (Multazam, Maqom Ibrahim, Hijir Ismail, dan Rukun Yamani).
  • Raudhah, Masjid An-Nabawi, Madinah.
  • Tempat semedi (pertapan) para wali Allah.


    Yang berhubungan dengan waktu:

  •     Sepertiga malam akhir, hampir menjelang shubuh.
  •     Usai sholat maktubah.
  •     Di antara azan dan iqomah.
  •     Sewaktu dianiaya orang zalim.


Jadi, sudah sejauh mana ketulusan kita dalam berdoa? Alih-alih memprotes Tuhan, mengapa tidak memprotes diri sendiri? Bisa saja alasan doa tidak terkabulkan karena terlalu banyak maksiat yang dilakukan sehingga menghalangi doa itu sendiri.

 

Tulisan ini merupakan nasihat yang disampaikan Abi penulis.

Bangkalan, 26 Muharrom 1444 H.