![]() |
| healtshots |
Self talk adalah hal yang wajar dan saya yakin semua orang pernah
melakukan self talk, bahkan di antara kita banyak yang melakukan self talk.
Saya termasuk pribadi yang sering melakukan self talk, baik itu
dalam keadaan sedih, khawatir dengan apa yang akan dihadapi, termasuk berbisik pada diri sendiri sambil mengelus dada.
Self talk bukanlah hal yang aneh. Ngomong sendiri bukan berarti
gila. Akan tetapi harus digarisbawahi, self talk harus dilakukan dengan cara
positif, karena self talk akan mempengaruhi terhadap mental kita. Self talk
positif akan mengendalikan emosi negatif, dapat meningkatkan kepercayaan diri.
Apa sih sebenarnya self talk itu?
Definisi Self Talk Menurut Pakar Psikologi
Self talk adalah dialog internal dengan diri sendiri. Meski tampaknya self talk adalah hal yang sederhana,
akan tetapi dampaknya sangat besar
terhadap setiap individu.
Self talk memiliki dua jenis, yakni self talk negatif dan self talk
positif. Self talk tergantung pada penerapannya, jika self talk negatif, maka
akan membuat suasana hati atau kedaan semakin rumit, dan self talk positif akan
merubah pikiran kita menjadi positif, dapat meningkatkan kekuatan mental, lebih
berani, lebih percaya diri dalam menyikapi hidup, dan tentunya self talk
juga membantu kita untuk lebih mengenal
diri.
Macam-Macam Self talk
Self Talk Negatif
Self talk negatif adalah kebiasan berbicara dengan diri sendiri yang sifatnya negatif. Yang tentunya akan memberi dampak buruk dan mengakibatkan kita pesimis, takut gagal dan lain semacamnya.
Contoh self talk negatif di antaranya: “Aku sih kerjanya gak benar, jadinya gagal kan, gak usah nyoba deh, gak bakalan berhasil juga.”
Self talk negatif dapat menurunkan kualitas kesehatan mental. Menjatuhkan diri sendiri yang akan menimbulkan kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri, dihantui dengan perasaan khawatir.
Self Talk Positif
Menurut Maharini Aulia, M.Psi., Psikolog dan Analisa Widyaningrum,
M.Psi., Psokolog, melalui live di salah satu platfomnya, untuk membangun self
talk positif kita harus melalui beberapa langkah, di antaranya:
Sebelum kita self talk baiknya kita chaptering dulu, apa sebenarnya yang kita pikirkan, kemudian softing, menggunakan kata ganti orang
kedua atau orang ketiga, karena jika menggunakan kata ganti saya, kita akan
cenderung untuk mengkritik diri kita habis-habisan hingga menyalahkan diri kita
sendiri.
Akan tetepi jika kita menggunakan kata ganti kedua atau ketiga kita
akan lebih bisa mengatur pemilihan kata, memilih kata yang baik, kata yang
suportif. Seperti, “Kamu capek yah, gak apa-apa berhenti dulu, nanti lanjut
lagi, semangat lagi”.
Sekian tulisan tentang self talk, semoga dapat membantu teman-teman
untuk membangun love self, menerima diri sendiri apa adanya, merangkul diri,
meski kadang dunia tak bersahabat. Jangan lupa berikan afirmasi, peluk diri
sendiri. Sadari, bahwa kamu itu hebat, kuat, sudah bertahan di titik ini, dan
yakini bahwa akan kembali lebih tangguh.

0 comments:
Posting Komentar