Perempuan dan Parfum: Bagaimana Islam Memandang Keduanya?

Unsplash/Gianni S


أيما امرأة استعطرت ثم خرجت فمر على قوم ليجدوا ريحها فهي زانية

 

“Siapa pun wanita yang menggunakan minyak wangi (wewangian/parfum), lalu berjalan melewati sekelompok kaum agar mereka dapat mencium bau wanginya, maka wanita itu adalah pezina.” (HR An-Nasa’i)

 

Sebagian redaksi atau riwayat:

 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه استقبلته -أي في الطريق- امرأة متطيبة فقال: أين تريدين يا أمة الجبار؟ فقالت المسجد. فقال: وله تطيبت؟ قالت نعم. قال أبو هريرة إنه قال: أيما امرأة خرجت من بيتها متطيبة تريد المسجد لم يقبل الله عز وجل لها صلاة حتى ترجع فتغتسل


Abu Hurairah pernah bertemu dengan seorang wanita yang menggunakan wewangian dan hendak pergi ke masjid. Abu Hurairah pun bertanya, “Wahai hamba Allah, hendak pergi ke mana kamu?” Lalu wanita itu menjawab, “Hendak ke masjid,” Abu Hurairah berkata lagi, “Karena hendak ke masjid, kamu memakai wewangian?”

 

Lalu wanita itu mengangguk. Maka Abu Hurairah pun berkata, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Siapa pun wanita yang memakai wewangian, kemudian keluar menuju masjid, maka sholatnya tidak diterima hingga ia mandi.” (HR. Abu Dawud)

 

Hal ini dipaparkan secara gamblang di kitab Al-Mushannaf 4/370

 

Dari Yahya bin Ju’dah, ia mengatakan:

 

أن عمر بن الخطاب خرجت امرأة في عهده متطيبة فوجد ريحها فعلاها بالدرة ثم قال: تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال عند أنوفهم , اخرجن تفلات

 

“Ada seorang wanita keluar rumah dengan memakai wewangian di masa Khalifah Umar bin Khathab. Lalu wanginya tersebut tercium oleh Umar bin Khathab. Maka Umar pun memukulnya dengan tongkat. Umar berkata: Kalian keluar rumah menggunakan wewangian sehingga para lelaki bisa menciumnya? Sesungguhnya hati para lelaki terfitnah dengan wangi kalian. Keluarlah dalam keadaan tanpa berdandan dan tanpa wewangian”

 

dan masih banyak lagi komentar-komentar ulama' perihal wanita yang memakai parfum atau wewangian, salah satunya Syaikh Sayyid Abdullah bin husain bin Thahir dalam karya agungnya Sullammu At-taufiq.

 

Mengapa begitu penting?

 

" أن العلم نــور ونور الله لا يهدى لعاصى "

(Imam Syafi'i)

0 comments:

Posting Komentar