Oh, manusia berisik
Punya hati, tapi tak hati-hati
Beralaskan logika
Sering merasa benar
Bicaralah secukupnya
Tak semua harus terucap
Sebuah lirik lagu yang dinyanyikan oleh Dere, cukup mewakili untuk memberikan sindirin untuk toxic people. Berbicara soal toxic, belakangan ini sering kali digunakan, baik secara daring ataupun luring. Toxic mengacu terhadap seseorang yang beracun, yakni memberikan dampak negatif terhadap orang lain, merugikan orang lain baik dari segi fisik atau emosional.
Apa Itu Toxic People, dan Apa Saja Ciri-cirinya?
Menurut para ahli kesehatan jiwa, toxic people disematkan kepada seseorang yang menyusahkan orang lain, merugikan orang lain, baik dalam segi emosional ataupun fisik. Toxic people disebabkan oleh banyak hal, di antaranya hidupnya kurang bahagia, tidak merasa puas dengan apa yang dia miliki, dan suka iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain.
Menurut pakar psikologi UNAIR, Dewi Retno Suminar, M.Si., Psikolog, beberapa ciri-ciri toxic people yaitu memiliki ego yang tinggi, narsis, suka mengkritik, tidak berempati, suka cari perhatian, suka menghasut, suka meremehkan orang lain. Dari perbuatan dia yang beracun, sehingga dapat memimbulkan sebuah hubungan yang tidak sehat.
Toxic Relationship
Toxic relationship dapat terjadi di mana-mana, di antaranya:
Pertama, di internet relationship, misalkan kita tidak kenal dengan orang tersebut, akan tetapi saling follow. Ketika dia posting sesuatu memberikan dampak yang negatif, atau dia yang memberi komentar meresahkan terhadap postingan kita.
Kedua, parent relationship, toxic relationship dengan orang tua, banyak yang masih memberi pola asuh turunan, pola asuh buruk yang diterapkan merupakan turunan dari orang tuannya, padahal dia sadar kalau cara mendidik anak yang dia terapkan tidak dia sukai, misalkan sikap otoriter, suka membentak suka membandingkan anak dengan anak lain.
Ketiga, toxic relationship di tempat kerja, bisa dengan bos atau teman kerja. Cara kerjanya yang tidak sehat seperti menjatuhkan orang lain, cari muka ke atasan untuk cepat naik jabatan, suka merendahkan teman kerjanya, suka mengkritik tanpa dipikir dan lain-lain sebagainya.
Keempat, toxic relationship juga dapat terjadi pada pertemanan lama, misalkan kita sudah lama tidak berinteraksi dengan teman yang sudah lama kita kenal. Sekali berkomunikasi dia suka memberi pertanyaan yang meresahkan, nyinyir, kepo dengan kehidupan kita, sok tahu.
Kelima, toxic relationship juga dapat terjadi dalam keluarga, misalkan mendapatkan bullyan dari kerabat. Kerabat yang sering kali menganggap kita tidak mampu atau melontarkan pertanyaan yang tidak seharusnya ditanyakan.
Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari. M. Psi., PhD salah satu dosen FKKMK UGM memaparkan, akibat dari perilaku toxic akan menimbulkan toxic relationship, sehingga membuat seseorang stres, insecure, trauma, cemas, mengganggu kesehatan mental ataupun kesehatan fisik. Merasa tidak aman, dan tidak nyaman.
Tips Menghadapi Toxic People
Analisa Widyaningrum psikolog yang berasal dari Yogyakarta mengutarakan beberapa tips ketika kita dihadapkan dengan orang-orang yang toxic, di antaranya:
Pertama, self love, di mana kita harus sadar bahwa kita sangat mencintai diri kita, meskipun ada orang yang benci, suka julid, suka menjatuhkan terhadap kita. Jangan memberi ruang untuk orang-orang yang toxic masuk dalam kehidupan kita, bersikaplah bodo amat.
Kedua, mulai hari dengan olahraga, meditasi, mulai hari dengan hal-hal yang menyenangkan, agar tahan banting ketika bertemu dengan toxic people.
Ketiga, ketika kita berada di lingkaran yang toxic kita atur napas tarik sedalam-dalamnya agar tahu apa yang dirasakan, perasaan sebal misal, lalu hembuskan.
Keempat, tidak membalas dengan hal yang negatif juga karena orang yang toxic tidak peduli dengan apa yang kita rasakan. Ketika terpaksa harus bertemu atau berkomunikasi dengan toxic people, jangan memberi respons negatif jangan bilang tidak “gak aku gak seperti yang kamu bilang”.
Karena mereka akan bahagia, jawab saja “menarik yah kamu bilang seperti itu”. Biar dia gondok dan seolah-olah kita menyampaikan bahwa dia tidak berarti dalam hidup kita, yah meskipun kenyataannya memang sakit.
Kelima, ambil hikmahnya dari kejadian tersebut. Misal, kita renungkan bahwa diperlakukan tidak baik oleh orang lain itu sangat mengganggu, sehingga kita terhindar untuk menjadi pribadi toxic.
Keenam, tambahan dari saya, ketika kita sudah tidak kuat dengan lima opsi yang ditawarkan. Tidak apa-apa jika menghindar demi kesehatan mental kita. Jauhi lingkaran yang tidak sehat, karena mau bagaimanapun orang yang toxic akan tetap toxic, dia tidak sadar atas tindakannya. Kita juga berhak bahagia dengan caranya masing-masing, selagi tidak merugikan orang lain.
Mulailah dengan hati-hati, agar tidak terjebak dalam lingkaran toxic, membatasi diri untuk tidak memberi ruang terhadap toxic people. Semoga dengan tulisan ini, dapat membantu teman-teman ketika dipertemukan dengan beragam orang yang toxic, dan juga sebagai alarm untuk kita agar tidak berperilaku toxic.

0 comments:
Posting Komentar