Teman Terbaik Adalah Buku

Twitter @najwahshm


Semua orang memiliki pilihan masing-masing dalam mengisi waktu senggangnya, Seperti jalan-jalan, kumpul bareng keluarga, kerabat, teman-teman dan lain sebagainya. Namun, terdapat beberapa orang yang lebih memilih mengisi waktu luang mereka dengan membaca buku. Seperti yang kita ketahui, wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad adalah membaca.


Banyak sekali hikmah yang dapat kita petik dari wahyu pertama yang Allah Swt. wahyukan kepada sang Nabi yang pada saat itu dalam keadaan tidak dapat membaca dan menulis (ummi)Sampai saat ini masih banyak orang yang tidak menyadari akan manfaat banyak membaca buku. Aktivitas membaca masih terasa membosankan bagi mereka yang tidak paham betul akan manfaat dan pentingnya membaca buku. 


Aktivitas membaca tidak hanya terbatas pada sebuah tulisan di buku saja. Kita mendapat anjuran untuk senantiasa membaca setiap peristiwa serta problem yang terjadi di alam semesta ini.


Dengan banyak membaca tentulah dapat membuat kita lebih bersyukur dan mengenal kebesaran Allah Swt. yang Maha Kuasa.


Cara Membaca Buku yang Baik dan Benar


Menurut Aristoteles, pengetahuan tentang setiap hal hanya bisa kita peroleh jika kita mengetahui esensinya. Membaca buku pada hakikatnya merupakan hal yang mengasyikkan.


Banyak cara agar kita lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca buku, terlebih untuk membuat kita suka membaca. Sebagaimana kata Najwa Shihab, “cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca”. Pernyataan tersebut sangatlah menarik untuk kita buktikan.


Di samping itu, kita perlu memperhatikan hal-hal penting saat membaca buku, agar kita tidak sekadar membaca akan tetapi memahaminya. Seperti membaca kembali paragraf demi paragraf yang belum kita pahami, membuat catatan dari materi yang belum kita pahami dan lain sebagainya. 


Saran penulis, untuk lebih efektif lagi di saat kita membaca buku adalah menuangkan kembali ide-ide dan gagasan yang kita dapat saat membaca buku dengan cara menulisnya kembali. Baik berbentuk esai, resensi atau yang lainnya. 


Yunsirno menyampaikan, terdapat beberapa sebab tidak efektif ketika kita membaca buku yaitu:


Pertama, tidak tahu esensi bacaan atau buku yang kita baca. Sebelum membaca kita harus tahu betul esensi bacaan yang akan dan yang sedang kita baca.


Misalnya, kita sedang dan akan membaca buku A maka, sebelum membaca kita betul-betul tahu akan esensi dari buku bacaan tersebut. Apakah kita membaca buku tersebut hanya untuk menghabiskan waktu, mencari informasi bahkan untuk mencari sebuah kebenaran.


Dengan begitu, semakin kuat esensi yang kita ketahui dari buku yang akan atau sedang kita baca, maka semakin kuat pula kita memahami dari apa yang telah kita baca. 


Kedua, tidak minat pada buku tersebut. Banyak terjadi pada sebagian dari kita ketika membaca buku, tetapi kenyataannya kita tidak berminat untuk membacanya.


Kita ambil contoh, ketika kita memaksakan diri untuk suka membaca novel. Namun, sebenarnya membaca novel membuat kita cepat bosan. Karena jumlah halamannya yang terlalu tebal dan kisah dalam novel tersebut tidak menarik.


Atau sebaliknya, kita memaksakan diri untuk membaca buku bergenre berat seperti halnya buku tentang politik dan yang lainnya yang bukan topik kesukaan kita.


Ketiga, kita tidak mampu membayangkan manfaat setelah membaca. Kebosanan yang terjadi ketika membaca buku di antara penyebabnya adalah tidak sadar manfaat dari apa yang telah ia baca.


Hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah membayangkan manfaat dari buku bacaan yang kita baca. Dalam hal ini biasanya banyak terjadi pada seseorang yang suka membaca novel.


Membaca novel mampu membawa kita berkeliling dunia walaupun kita sebenarnya hanya duduk santai sembari membaca novel yang kita sukai. 


Keempat, tidak memiliki lingkungan yang baik. Contohnya, kita akan dianggap orang yang kurang bersosial, karena hari-harinya untuk membaca buku.


Pentingnya Menanamkan Cinta Membaca Sejak Usia Dini


Hobi membaca buku merupakan suatu hal yang harus kita syukuri. Dengan banyak membaca, kita dapat menambah wawasan kita. Begitu besar manfaat dari banyak membaca buku yang akan kita rasakan.


Kebiasaan membaca dapat kita mulai sejak usia dini. Karena pada anak usia ini banyak sekali memiliki keistimewaan (golden age). Hal ini dapat terlebih dahulu dimulai dari kedua orang tuanya.


Orang tua, terkhusus seorang ibu yang memiliki peran penting untuk membiasakan anak-anaknya untuk senang membaca buku. Upaya tersebut adalah memberi contoh. Dengan begitu, lingkungan gemar membaca akan terbentuk dengan sendirinya. 


Pemilihan buku bacaan juga penting, dalam hal ini kedua orang tua harus benar-benar selektif dan cermat memilih buku bacaan yang akan mereka berikan kepada anak-anaknya.


Karena saat ini begitu banyak bahan bacaan yang tidak semuanya mengedukasi. Memilih bahan bacaan untuk anak perlu kita sesuaikan dengan usia anak-anak. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. 


Rizal Fadli menyampaikan manfaat membaca sejak dini di antaranya yaitu, meningkatkan hubungan orang tua dengan anak. Ketika terjalin kedekatan antara anak dan kedua orang tua melalui “membaca bareng” ini merupakan momen yang sangat berharga bagi kedua orang tua maupun anak.


Kedua orang tua yang telah meluangkan waktu untuk anaknya menjadi nilai lebih bagi tumbuh kembang sang anak. 


Selanjutnya yaitu, meningkatakan kreativitas anak, Banyak membaca buku dapat meningkatkan kreativitas anak dalam segala hal. Anak akan terus mengeksplor pengetahuan yang mereka dapat melalui banyak membaca buku.


Selain itu, anak juga memperoleh kosa kata baru. Ketika anak telah hobi membaca buku, anak tersebut telah membaca sekian banyak buku. Dengan demikian, aspek kebahasaan anakpun juga ikut meningkat.


Itulah manfaat banyak membaca buku. Dengan banyak membaca dapat memperluas cakrawala kehidupan.

0 comments:

Posting Komentar