Melihat Insecure dari Sudut Pandang Positif

pinterest



Insecure, hampir semua manusia yang ada di bumi punya insecurity. Saya yakin yang sedang membaca artikel ini juga pernah merasakannya. Misalkan kita insecure dengan fisik, merasa tidak cantik, insecure dengan kemampuan yang kita miliki, bahkan soal pekerjaan sering kali menjadikan seseorang insecure

Apa itu Insecure


Menurut Atika Dian Ariana, S.Psi., M.Sc insecure merupakan rasa tidak aman, tidak mampu, tidak yakin terhadap kemampuan diri sendiri. Sehingga menimbulkan rasa takut, cemas atau emosi negatif. 

Orang yang merasa insecure tidak nyaman dalam hubungan interpersonal, sebab itu ia lebih condong memilih dalam berteman, cenderung memiliki teman yang power-nya lebih rendah dari yang dia miliki.

Penyebab Munculnya Insecure 


Penyebab munculnya insecure di antaranya trauma dengan masa lalu, sering mendapatkan kritikan, menjadi korban bullying, atau dia tidak mendapatkan apresiasi dari lingkungan sekitar. Gita Savitri Devi lewat channel YouTubenya dalam “beropini”, berpendapat bahwa insecure juga terjadi pada anak remaja yang takut gagal, takut mimpi-mimpinya tidak tercapai. 

Banyak juga yang insecure karena belum nikah di usia 30 tahun, gagal nikah dan semacamnya. Sebagaimana yang kita ketahui masyarakat memiliki definisi kaku dalam banyak hal, seperti soal sukses, ketika di luar kategori ideal tersebut ia akan insecure. 

Masyarakat kita juga kaku dalam menjalani hidup, di antaranya harus nikah, harus punya anak dan lain sebagainya, lalu ketika kita tidak memenuhi ekspektasi masyarakat, maka akan insecure

Insecure Tidak Selalu Negatif


Jika menganggap insecure adalah hal buruk, coba lihat dari sisi positif agar tidak larut dalam insecurity. Mulai dari banyak merefleksikan diri, di mana kekurangannya, apa saja yang harus diperbaiki. Misalkan dalam memperbaiki diri, kita sadar letak kekurangan kita di mana, apa saja yang harus diperbaiki, skill apa yang harus kita tingkatkan. 

Kita ambil contoh dalam dunia menulis, hasil tulisannya yang masih jauh dari kata bagus, dari situ kita bangkit untuk memperbaiki dengan banyak latihan menulis. Apabila tidak mengenali diri kita, lantas dari mana kita akan tahu apa yang harus kita improve

Selaras dengan pendapat Najelaa Shihab, seorang psikolog, ia berpendapat bahwa orang yang sedang merasa insecure merupakan tanda bahwa dia sedang berubah dan berkembang, cara tumbuh dan pikiran menyesuaikan diri dengan tantangan, yang penting melawannya dengan perbuatan. 

Mengutip dari perbincangan Maudy Ayunda dan Pak Gita Wirjawan, bahwa insecurity dapat membuahkan ambisi, dari insecure merasa tidak tahu apa-apa tidak bisa apa-apa, dan membuat haus dan lapar akan pengetahuan dan juga untuk bisa tumbuh. 

Insecure dapat membuat kita humble tergantung bagaimana ekosistemnya. Jika ekosistemnya konstruktif, maka barangnya akan keren. Dapat saya simpulkan dari perbincangan Maudy dan Pak Gita, insecure akan berdampak baik tergantung pada pengelolaan ekosistemnya. 

Tips untuk Berdamai dengan Insecurity 


Pertama, kita harus menerima segala yang ada dalam diri kita, baik ataupun buruknya diri kita. Ingat bahwa manusia tak ada yang sempurna, dan setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai porsinya masing-masing. 

Kedua, kurang-kurangi untuk melihat kelebihan orang lain, agar kita tidak merasa di bawah. Sadarilah bahwa apa yang kita miliki belum tentu orang lain miliki, dan begitu juga sebaliknya.

Ketiga, bersyukur yakni mensyukuri segala apa yang Allah anugerahkan, baik itu dari fisik, kemampuan, prestasi, karya bahkan pekerjaan. Menukil dari dawuh Gus Baha, kunci kenikmatan itu cuma satu. Jangan melihat kenikmatan orang lain.

Jadi, segala hal buruk yang ada dalam diri manusia, sejatinya bisa kita olah dengan hal positif, termasuk rasa insecure.

0 comments:

Posting Komentar