Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku (Semacam Resensi)

 

Yang Tak Kau Bawa Pergi
Saat Meninggalkanku (alfiyahrizzya)


 

Judul: Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku

Penulis: J.S. Khairen

Penerbit: PT. BukuneKreatif Cipta

Tahun Terbit: 2021 (Cetakan pertama)

Jumlah Halaman: 291

Rating Goodreads: 4.55/5

 

Seperti biasa tulisan Bang J.S Khairen memang penuh keajaiban. Judulnya memang terkesan galau, tetapi tentu saja isinya mantul. Beberapa bagian di buku ini merupakan “lanjutan” dari Rinduku Sederas Hujan Sore Itu.


Jadi, sebaiknya bacalah buku Rinduku Sederas Hujan Sore Itu sebelum membaca buku ini. Tetapi misal tidak, tak apa. Tak ada yang melarang.


Lebih lanjut, dalam buku ini terdiri dari kumpulan cerita pendek (cerpen). Mulai dari tema perkuliahan, pernikahan, keluarga, cerpen dengan genre komedi hingga cerita science-fiction yang vibesnya seperti lagi nonton film ala-ala hollywood.


Sementara itu, terdapat tabel-tabel yang tersedia agar kita bisa merefleksikan kehidupan sesuai pesan yang ada di dalam masing-masing cerpennya. Yups, jarang-jarang ada buku yang memberi space untuk nulis refleksi seperti buku ini. Buku ini sangat cocok bagi kamu yang ingin rehat dengan penatnya kehidupan dunia.


Beberapa ceritanya juga seakan memberitahu bahwa adakalanya sebagian alur hidup tidak mesti sempurna dan happy terus.


Antrean


Sejujurnya Antrean merupakan salah satu cerpen kesukaanku. Kisah-kasih klise klasik ala Yoma dan Berlian sepertinya bukan hal asing bagi kalangan anak muda Indonesia. “Birokrasi” keluarga akan pernikahan anak-anaknya memang selalu menghantui.


Tetapi, pada akhirnya itulah jalan yang membawa seseorang menjadi kokoh sebelum masuk ke jenjang pernikahan.


Adapun salah satu favorit kutipanku di buku ini yang sampai bikin teman-teman penasaran usai jadi status whatsapp:


“Nak pernikahan itu akan banyak badainya. Tidak melulu manis-manisan. Akan ada berkelahinya. Akan ada orang ketiga. Akan ada yang menjerumuskan. Akan ada rugi bisnis, akan ada jatuh keuangan, banyak sekali ujiannya. Ada saat kita harus sabar, tapi bukan sabar yang biasa-biasa saja. Sabar yang tak perlu ada alasan kenapa harus sabar.” (Hal. 50)


Cocok bagi kamu yang ingin nikah dan bagi ia yang sudah ada dalam pernikahan. Sepertinya lelucon: “Dek, cinta tak selamanya indah, Dek” relate dengan cerpen ini.


Tidak Memilih, Hari Bersama, Adam dan Hawa, Sampai


Keempat judul cerpen di atas bisa disebut “tetralogi”. Empat cerpen yang bersambungan di suatu buku kumpulan cerpen. Tema yang terkandung tidak biasa. Romantic-science fiction, thriller jika ingin dikategorikan.


“Bagaikan Adam dan Hawa, berjalan jauh untuk kemudian bertemu” (hal. 78)


“Pada akhirnya yang bertahan bukan yang terkuat, tetapi yang sudah ditakdirkan”; kira-kira ini pesan yang ingin penulis sampaikan.


Itu saja beberapa “spoiler” dan semacam resensi dari Yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku. Sisanya bisa membaca dan menyelam sendiri.

0 comments:

Posting Komentar