Resep Konsisten Muslimah di Bulan Ramadan

  

Resep Konsisten untuk Muslimah di Bulan Ramadan


Salah satu hikmah corona yang paling saya syukuri adalah menjamurnya seminar, kelas, workshop daring yang berkualitas, Alhamdulillah. Mendapatkan ilmu dan motivasi jadi mudah sekali. Hanya bermodal kuota atau wifi saja.


Kini, kita sedang memasuki hari keenam Ramadan, bagaimana aktivitasnya akhwatfillah sejauh ini? Semoga Allah mudahkan dan berkahi selalu, aamiin.


Bulan Ramadan merupakan bulan yang begitu spesial. Bulannya Al-Qur’an dan banyak keistimewaan di dalamnya. Saking spesialnya, Sebagian besar dari kita mengamalkan doa agar berjumpa lagi di bulan Ramadan bahkan memohon berkah sejak bulan-bulan sebelumnya.



اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ


Selain berdoa, tentunya sebagai muslimah yang baik kita telah melaksanakan persiapan-persiapan sebelum memasuki bulan Ramadan. Bahkan banyak komunitas daring yang telah dimulai sebulan atau dua bulan sebagai persiapan menyambut Ramadan.


Namun, terkadang persiapan yang matang juga bisa redup saat iman kita sedang futur. Jangan putus asa, naik dan turunnya iman adalah hal yang wajar. Tetapi saat iman turun jangan berdiam saja.


Ramadan sebagai Hadiah dari Allah Swt.


Ramadan merupakan hadiah yang Allah kasih untuk kita, umat muslim. Banyak kebaikan berkali-kali lipat yang Allah sediakan dan hanya terbatas di bulan suci ini saja, misalnya ibadah puasa.


Kalau kita renungkan kembali, semuanya bermakna. Hingga Allah khususkan pintu surga Ar-Rayyan untuk orang yang berpuasa. Sebab ibadah yang Allah perintahkan sejatinya adalah bentuk kasih sayang Allah.


Dalam hadis qudsi disebutkan:


"Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya”.


Adapun cara kita menjaga hadiah dari Allah:


الثبات على الطاعة وترك المعصية


"Konsisten dalam ketaatan dan meninggalkan maksiat".


Inilah harga mati untuk umat Islam yang tak bisa ditawar. (Semoga Allah Swt. memberi kita kekuatan untuk senantiasa mengamalkan)


Ketika kita memandang hadiah dari Allah, seharusnya kita akan bersungguh-sungguh menjaga hadiah itu. Bukankah kemenangan-kemenangan umat Islam di masa silam banyak terjadi di bulan Ramadan?


Saat Ramadan Jadi Tujuan


Demikian setiap ibadah dan larangan yang Allah tetapkan, selalu ada purpose-nya; ada tujuannya. Menundukkan pandangan ada hikmahnya. Berpuasa punya efek sangat baik untuk kesehatan. Bahkan ada ahli terapi yang menjadikan gerakan sholat sebagai media penyembuhan stroke.


Alhasil saat kita membuat Ramadan sebagai momentum taat, itu adalah hal yang baik. Namun, jangan jadikan Ramadan hanya sekadar trend semata. Jika Ramadan usai, jangan sampai mode Ramadannya hilang. Naudzubillah.


Resep Konsisten untuk Muslimah di Bulan Ramadan


Setelah membaca berbagai insight di atas, kini sampailah kita pada resep untuk muslimah di bulan Ramadan (dan untuk bulan-bulan selain Ramadan).


Bagaimanapun setiap orang pasti punya cara baiknya masing-masing. Namun, di sini saya akan membagikan secara garis besarnya saja.


  • Sering ikut kajian dan rajin membaca buku yang baik. Cara untuk konsisten taat adalah punya banyak teman yang sholihah. Kajian dan bacaanmu akan mengatur pola pikirmu.
  • Tingkatkan ibadah sunah.
  • Target khatam Al-Qur’an serta mengkaji isinya.
  • Jalani peranmu dengan versi terbaikmu. Baik ibu rumah tangga, pekerja, pelajar, kerjakan semuanya dengan baik. Karena tak ada kebaikan yang sia-sia dan semuanya berbuah pahala.
  • Menjaga sikap dengan non-mahrom baik di dunia nyata maupun dunia maya.


Sebagai penutup, saya ingin membagikan kutipan yang entah siapa sumber pertamanya:


لو عشت كل حياتك كأنّك في رمضان ستجد الآخرة عيدًا


“Bila seluruh hidupmu engkau anggap sebagai bulan Ramadan, maka kelak engkau akan dapati akhiratmu sebagai hari raya.”


p.s: Beberapa poin di tulisan ini bersumber dari seminar dengan tajuk Recipe of Consistency; Rahasia Perempuan Agar Tetap Semangat di Bulan Ramadan oleh Ustazah Tsani Liziah dan Mba Meyda Sefira (Pemain film Ketika Cinta Bertasbih)

0 comments:

Posting Komentar