Peran Perempuan Tidak Hanya Sebatas Menjadi Perhiasan Dunia 


Peran Perempuan Tidak Hanya
Sebatas Menjadi Perhiasan Dunia  (Umar Ben via unsplash.com)

 

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan shalihah” (HR. Muslim)

Sepanjang sejarah, ada banyak perempuan kuat yang telah memimpin negara atau membimbing pasukan ke dalam perang. Mereka terkenal tidak hanya sebagai pejuang, tetapi juga sebagai ahli strategi dan pemimpin yang menginspirasi. Kisahnya telah tertulis selama berabad-abad hingga hari ini.


Terdapat pula perempuan hebat yang berada di samping para pemimpin hebat dan memiliki peran penting dalam setiap keputusan mereka.


Kita mengenal seorang perempuan pemberani dalam sejarah awal perkembangan Islam dengan kecerdasan intelektual dan kekayaannya, yaitu Sayyidah Khadijah. Ia merupakan perempuan pertama yang menerima kebenaran ajaran Islam dan juga termasuk istri Rasulullah saw.


Sayyidah Khadijah adalah perempuan yang tidak pernah ragu dan bimbang terhadap ajaran Rasulullah Saw. Ketika banyak masyarakat Arab baik dari golongan perempuan dan laki-laki ragu dan bimbang terhadap risalah Rasul, maka hal itu tidak terjadi kepada Khadijah.


Bahkan Khadijah rela mengorbankan jiwa dan raga serta hartanya untuk membantu dakwah Rasul demi menyebarluaskan kebenaran ajaran Islam.


Keberanian Sayyidah Khadijah merupakan keagungan dari kekuatan, keindahan dan kelembutan hatinya, sehingga bisa dengan mudah menerima kebenaran terhadap ajaran Islam.


Ketika hati perempuan dengan kelembutannya yang bersembunyi di balik keindahan menjadi keagungan. Kekuatannya sebagai penyeimbang kehidupan, maka di situlah ketenangan dan kesejahteraan jiwa para lelaki.


Tuhan memberikan keindahan dan keagungan serta kesucian kepada perempuan yang Dia kehendaki. Begitu juga kekuatan untuk menjaga kesucian tersebut sebab perempuan merupakan manifestasi atas keagungan Tuhan pada satu waktu dan tempat.


Hal tersebut bisa kita lihat dalam sejarah perkembangan agama samawi yang tidak lepas dari peran perempuan. Misalnya Ratu Balqis yang menjadi istri dari Nabi Sulaiman As, Siti Maryam yang merupakan ibunda dari Nabi Isa a.s, Asiah yang merawat Nabi Musa a.s dan yang lainnya.


Vladimir Ilyich Ulyanov yang populer dengan sebutan Lenin merupakan mantan Kepala Pemerintahan Uni Soviet mengatakan bahwa, “jika tidak dengan perempuan, kemenangan tidak mungkin kita capai”. Hal ini terbukti dengan peranan perempuan yang begitu penting dalam segala aspek kehidupan manusia sebagai partner hidup lawan jenisnya.


Perempuan dengan penuh keindahan dan kelembutan adalah harapan setiap laki-laki untuk saling bekerja sama demi memakmurkan bumi Tuhan. Hal demikian merupakan eksistensi perempuan sebagai rumah cinta.


Posisi perempuan dan laki-laki berbentuk kemitraan dengan tetap berpegang teguh terhadap keadilan, sebagaimana dalam surah Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi; “istri-istri kamu adalah pakaian untuk kamu, dan kamu adalah pakaian untuk mereka”.


Laki-laki menghendaki perempuan sebagai sumber ketenangan jiwa dalam keluarga karena perempuan yang bisa memancarkan cinta dan kasih sayang dalam kehidupan. Perempuan menjadi sumber tenang, damai, tentram dan bahagia.


Dekatnya hati dengan jiwa perempuan yang menempatkan hati pada masa depan bukan masa lalu, sehingga tempat untuk meletakkan masa depan ada dalam hati perempuan sebab masa depan kemanusian berada dalam jiwa perempuan.


Pada esensinya, perempuan adalah salah satu bentuk fokus manifestasi Tuhan yang Maha Sempurna. Tuhan menganugerahkan perempuan dengan berbagai potensi yang begitu besar dalam dirinya. Bahkan lawan jenisnya pun tidak akan sanggup menandingi sebab hal tersebut merupakan keistimewaan bagi perempuan.


Surga berada di bawah telapak kaki ibu yang berarti menunjukkan kepada perempuan, bahkan Tuhan memerintahkan untuk mengabdikan diri kepada perempuan. Sebab perempuan adalah makhluk yang utama, sebagaimana hadis yang menyebutkannya sebanyak tiga kali daripada laki-laki (ayah) yang hanya sekali.


Perempuan sebagai sosok yang lemah lembut sekaligus kuat, manja sekaligus tegar, pemaaf sekaligus tegas, dan yang lainnya. Jagalah selalu hati perempuan dan jangan coba-coba mempermainkannya karena cinta dan kasih sayang Tuhan ada dalam jiwa perempuan. Carilah cinta dan kasih sayang-Nya dalam jiwa perempuan dengan cara berbuat baik kepadanya.


Editor: Miftahul Arifin

0 comments:

Posting Komentar