| iStock |
Wacana dunia pendidikan yang
tak lekang oleh waktu dalam upaya pengembangannya untuk menciptakan perubahan
konkret dalam problem dunia pendidikan. Sebelumnya telah ketahui bersama bahwa,
pendidikan merupakan hal yang wajib bagi setiap individu, sebagaimana sabda
Rasulullah:
طلب العلم فريضة على كل مسلم
“Menuntut ilmu adalah wajib
atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah no 224, dari sahabat Anas bin Malik
radiyallau anhu, sahih oleh Al-Albani dalam shahih al-Jaami’ish Shaghir no.
3913).
Berbagai cara telah
terlaksana oleh pemerintah, dan para pendidik guna memberikan yang terbaik
untuk peserta didik di setiap proses kegiatan belajar mengajar.
Telah terbukti bahwa kian
besar keinginan untuk menciptakan perubahan yang benar-benar signifikan dalam
dunia pendidikan.
Hingga kini pengembangan
kurikulum pendidikan juga telah sampai pada titik revolusi dengan berbagai
macam opsi seperti Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat dan yang terbaru Kurikulum Prototipe. Namun, apakah hal tersebut sudah terasa cukup dalam optimalisasi
kegiatan belajar mengajar dalam dunia pendidikan?
Pergantian kurikulum yang telah
terlaksana dengan tujuan proses pembelajaran peserta didik berkembang sesuai
perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju.
Namun, pada kenyataannya hal
itu tidaklah terasa cukup untuk menciptakan suatu perubahan baik dari sikap,
pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
Klasifikasi Pola Pikir Tumbuh pada Peserta Didik
Sering kali selama kegiatan
belajar mengajar, kita sebagai pendidik hanya fokus pada peraturan dan arahan
yang telah pemerintah atur. Sebut saja kurikulum.
Akan tetapi dalam hal ini,
ada hal yang lebih penting untuk pendidik perhatikan, yaitu upaya penanaman pola
pikir tumbuh (growth mindset).
Ada dua macam pola pikir bagi
setiap orang, khususnya peserta didik kita selama melaksanakan program belajar
mengajar.
Pertama, Pola pikir tetap
(fixed mindset). Pola pikir ini terjadi pada peserta didik ketika merasa putus
asa atas kegagalan yang mereka alami. Mereka meyakini kegagalan mereka yang tak
dapat diperbaiki, bahkan ada peserta didik yang memiliki pola pikir tetap ini
meyakini bahwa dirinya tidak berbakat dalam hal apa pun.
Kedua, pola pikir tumbuh (growth
mindset) merupakan pola pikir peserta didik yang meyakini bahwa dirinya
mampu berkembang dengan cara terus mengasah potensi dirinya. Mereka tetap
semangat walaupun berkali-kali gagal dalam mecoba suatu hal.
Dengan demikian, sebagai
pendidik lebih berusaha kembali bagaimana caranya untuk tetap menanamkan pola
pikir tumbuh selama kegiatan belajar mengajar atau di luar hal itu.
Karena dengan memastikan
peserta didik memiliki pola pikir tumbuh, dengan sendirinya mereka mudah
mencapai apa yang menjadi keinginan meraka untuk meraih kesuksesan.
Perbaikan Pola Hubungan Baik dengan
Peserta Didik
Pada dasarnya, menghormati
guru adalah hal yang wajib bagi semua peserta didik. Akan tetapi ada sebagian
peserta didik yang keliru memahami penghormatan tersebut. Sehingga yang terjadi
pada peserta didik adalah rasa takut terhadap guru mereka, bukan lagi penghormatan
sebagaimana mestinya.
Akibatnya, hubungan antara
pendidik dan peserta didik kurang erat selama berlangsungnya proses
pembelajaran di kelas. Padahal membangun hubungan baik antara pendidik dan
peserta didik menjadi kunci agar kita dapat mengetahui kompetensi peserta didik
lebih intens.
Dengan demikian, kita dapat
lebih mudah mengarahkan peserta didik untuk mengenali potensi masing-masing peserta
didik kita.
Memberi Pemahaman Bahwa
Setiap Orang Punya Keunikan Tersendiri
Sering kali kita sebagai
pendidik hanya terfokus pada peserta didik yang memiki sedikit kelebihan di antara
peserta didik yang lainnya. Secara tidak sadar, perbuatan demikian membunuh
rasa percaya diri peserta didik lain yang masih dalam usaha berkembang selama proses
pembelajaran.
Penting bagi pendidik
meyakinkan bahwa pesrta didik kita memiliki potensi yang luar biasa ketika
mereka sungguh-sungguh mengasahnya. Katakan pada mereka bahwa mereka yang
merasa tidak berbakat, merasa bodoh dan yang lainnya memiliki kesempatan untuk
berubah.
Mereka bisa hanya berpola
pikir tetap (fixed mindset) atau memilih untuk berpola pikir tumbuh (growth
mindset).
Dalam menciptakan suatu
perubahan memanglah butuh usaha keras untuk mencapainya. Butuh kesabaran,
sekaligus keyakinan bahwa kita sebagai pendidik bisa mengantarkan anak didik
kita untuk mecapai cita-cita mereka.
Bukankan suatu kebahagian
bagi kita sebagai pendidik melihat anak didik kita mampu meraih kesuksesan yang
mereka inginkan di masa depan.
Editor: Alfiyah RA
0 comments:
Posting Komentar